
Sejarah penemuan plastik dimulai pada abad ke-19, ketika banyak ilmuwan dan peneliti mencari cara untuk menghasilkan material baru yang lebih kuat, lebih tahan lama, dan lebih serbaguna daripada bahan alami yang tersedia saat itu. Namun, penemuan plastik modern yang paling signifikan terjadi pada awal abad ke-20.
Plastik modern pertama kali ditemukan oleh Leo Hendrik Baekeland pada tahun 1907. Baekeland, seorang ilmuwan Belgia-Amerika, berhasil menciptakan fenol formaldehida resin, yang kemudian dikenal sebagai bakelit. Bakelit adalah jenis plastik pertama yang diproduksi secara massal dan menjadi materi utama dalam berbagai produk, termasuk peralatan rumah tangga, komponen elektronik, dan alat transportasi.
Setelah penemuan bakelit, berbagai jenis plastik baru terus dikembangkan oleh ilmuwan dan insinyur di seluruh dunia. Pada tahun 1920-an dan 1930-an, polietilen dan polivinil klorida (PVC) ditemukan, yang kemudian menjadi bahan dasar untuk banyak produk plastik yang digunakan saat ini.
Perkembangan industri plastik terus berlanjut sepanjang abad ke-20, dengan penemuan berbagai jenis plastik baru, teknologi produksi yang lebih efisien, dan aplikasi yang semakin luas dalam berbagai industri. Plastik telah menjadi bahan yang tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari dan memiliki dampak yang besar terhadap perkembangan masyarakat modern.



