
Plastik adalah bahan sintetis yang terbuat dari senyawa-senyawa organik. Bahan dasar untuk pembuatan plastik disebut monomer, yang kemudian diolah menjadi polimer melalui proses yang disebut polimerisasi. Senyawa organik yang umum digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan plastik meliputi:
Etilena: Ini adalah salah satu monomer paling umum yang digunakan dalam pembuatan plastik. Etilena dapat dihasilkan dari minyak bumi atau gas alam melalui proses pemisahan dan pemurnian.
Propilena: Seperti etilena, propilena juga merupakan monomer yang sering digunakan dalam pembuatan plastik. Ini dapat diperoleh dari minyak bumi atau gas alam.
Vinil Klorida: Vinil klorida adalah monomer yang digunakan dalam pembuatan beberapa jenis plastik, seperti PVC (Polyvinyl Chloride). Produksi vinil klorida melibatkan reaksi antara etilena dengan klorin.
Stiren: Stiren adalah monomer yang digunakan dalam pembuatan polistiren dan beberapa jenis plastik lainnya. Ini dapat diperoleh dari etilbenzena melalui proses dealkilasi.
Asam Akrilat: Asam akrilat adalah monomer yang digunakan dalam pembuatan polimer akrilik, seperti PMMA (polimetil metakrilat), yang sering digunakan dalam pembuatan kaca akrilik.
Setelah monomer diproduksi, mereka kemudian diolah menjadi polimer melalui proses polimerisasi, di mana molekul-molekul monomer dihubungkan bersama untuk membentuk rantai panjang polimer plastik. Proses ini bisa melibatkan berbagai metode, termasuk polimerisasi radikal bebas, polimerisasi anionik, atau polimerisasi kationik, tergantung pada jenis plastik yang diinginkan.



